Bantah Peryataannya Terkait Izin TKA, Saemu Alwi : Jangan Benturkan Saya

298
Kadis Nakertrans Provinsi Sultra, Saemu Alwi.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Saemu Alwi membantah peryataannya terkait judul berita di salah satu media.

Dimana sebelumnya tersohor kabar statemennya dijudul berita “Kementerian Bantah Keluarkan Izin Kerja 49 WNA yang Masuk di Bandara Sultra”.

Dalam isi paragraf pertama pada berita itu, menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja RI telah mengkonfirmasi bahwa 49 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk melalui Bandara Haluoleo bukan TKA yang mengurus perpanjangan kerja.

Peryataan itu muncul setelah beredarnya video berdurasi 00.58 detik yang diabadikan oleh salah satu warga di Bandara Haluoleo kendari sempat viral di Media Sosial (Medsos).

Dalam rekaman video yang diambil Minggu malam, (15/3/2020) tersebut menunjukan puluhan TKA Cina keluar dari Bandara Haluoleo menggunakan masker penutup mulut.

“Tolong, jangan kalian benturkan saya dengan pak Kapolda, cermati pernyataan saya baru kalian menulis, “kesal Saemu Alwi saat ditemui awak media, Senin (16/3/2020).

Lebih lanjut Saemu Alwi menjelaskan bahwa, sesuai himbauan Kementerian Ketenagakerjaan, sejak Februari 2020 tidak diizinkan pekerja dari Cina masuk dan kerja di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara.

“Jadi begini pernyataan saya, bahwa sejak maret 2020, Kementrian Tenaga Kerja RI tidak pernah lagi mengeluarkan izin masuk ke indonesia bagi tenaga asing, maka video yang viral tadi malam beredar adalah TKA sudah lama kerja disini dan mereka baru kembali dari Jakarta mengurus pernjangannya izinnya, “bebernya

Terkait video tersebut, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam juga telah menyampaikan bahwa TKA yang tiba di bandara Haluoleo Kendari merupakan TKA yang hendak balik ke Morosi usai memperpanjang visa kerja di Jakarta.

“Saya tegaskan mereka ini bukan dari Cina, tetapi mereka urus izin perpanjangan kerja, dan kontrak kerja di Jakarta lalu kembali ke Morosi lagi, “ungkapnya saat menggelar Konferensi pers di Rujab Gubernur Sultra, bersama Gubernur dan unsur Forkopimda se-Sultra, Minggu malam (15/3/2020).

Bahkan Kapolda Sultra juga kembali menegaskan bawah rombongan TKA tersebut sudah dilengkapi surat keterangan dari karantina kesehatan dan perizinan dari imigrasi sebelum kembali ke Kendari.

Penulis : Kiki Anggelia

Apa Komentar dan Pendapat Anda