AMPUH Sultra Warning Polda, Usut Tuntas Kasus PT Rosini

238
Direktur AMPUH Sultra, Hendro Nilopo. (REDAKSIANA.ID)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Perkembangan kasus yang menjerat Direktur PT. Rosini Indonesia, Amiruddin Sami, masih menjadi tanda tanya.

Padahal sebelumnya kasus ini telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan Penyalahgunaan Izin Jetty serta melakukan usaha atau kegiatan tanpa Izin Lingkungan.

Namun sayang, sejak pimpinan perusahaan tambang yang beroperasi di blok Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut) itu ditetapkan sebagai tersangka pada 28 Juni 2019 lalu, penanganan kasusnya ibarat hilang ditelan bumi.

Bahkan belum lama ini, Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sulawesi Tenggara (SULTRA) Hendro Nilopo mempertanyakan hal tersebut.

“Seingat kami mantan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt¬† juga pernah menyampaikan bahwa,¬† Direktur PT Rosini akan dijerat Pasal 299 UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 109 UU No 32 Tahun 2009 Lingkungan Hidup serta Pasal 299 tentang pembangunan dan operasional terminal khusus yang tanpa izin dari menteri, dan dipidana paling lama 2 tahun pada saat dikonfirmasi oleh salah satu media di Sultra, “ungkapnya

Selain itu pria sapaan Don ini berharap, pihak Polda Sultra jangan bermain mata dengan kasus ini, sehingga penegakkan supremasi hukum di bumi anoa ini dapat dipercaya karena betul-betul dijalankan sesuai amanat undang-undang yang berlaku.

“Intinya kami minta kepada Polda Sultra usut tuntas kasus ini, “jelasnya

Bahkan tak tanggung-tanggung, pihaknya juga memberi warning kepada pihak Polda Sultra, jika kasus itu tidak dilanjutkan dengan alasan yang tidak jelas.

“Jika tidak diusut, maka kami yang tergabung dalam AMPUH SULTRA akan turun bertandang di Mapolda Sultra mempertanyakan perkembangan kasus ini, “tegas Hendro

Penulis : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda