Ampuh Sultra Desak Bupati Konut Hentikan Aktivitas CV IKS Bukit Naga Emas

125
Aktivitas CV IKS Bukit Naga Emas.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONUT – Salah satu tambang batu golongan C yang berada di Desa Otole, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) yakni CV IKS Bukit Naga Emas, rupanya menyimpan masalah besar.

Pasalnya, CV IKS  yang juga bergerak di bidang creser itu beraktivitas di wilayah pemukiman warga yang hanya berjarak 50 Meter dari rumah warga dan aktivitas tersebut sangat meresahkan.

Hal itu dikatakan oleh, Oschar Sumardin selaku Ketua bidang Lingkungan Hidup & Kehutanan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh Sultra), Minggu (19/4/2020).

Oschar Sumardin, Ketua bidang Lingkungan Hidup & Kehutanan Ampuh Sultra.

Oschar menjelaskan, mengacu pada pasal Pasal 150 ayat (2) UU Perumahan, telah jelas sanksi yang dapat dikenakan terhadap pemilik tempat usaha yang mengganggu kenyamanan lingkungan hunian dengan kegiatan usahanya, yaitu sanksi administratif yang dapat berupa
Pembekuan izin usaha dan Pencabutan izin usaha.

“Dan kami duga kuat CV IKS ini tidak mengantongi Surat izin gangguan (IZIN HO) surat keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat, “ungkapnya

Lebih lanjut kata dia, di dalam Pasal 19 ayat (3) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan di Daerah (“Permendagri 27/2009”) dijelaskan bahwa selama waktu penyelenggaraan Izin HO, masyarakat berhak mendapatkan akses partisipasi yang meliputi pengajuan pengaduan atas keberatan atau pelanggaran perizinan dan/atau kerugian akibat kegiatan dan/atau usaha.

Parahnya lagi, CV IKS Bukit Naga Emas diduga juga melakukan pelanggaran pencemaran lingkungan atas Aktivitas creaser (Pemecah Batu) yang menimbulkan Polusi udara apalagi jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga.

“Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan, “papar Oschar

“Dan Pasal 104 UU PPLH telah jelas bahwa
Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah), “tambahnya

Olehnya itu, Mahasiswa Pascasarjana UHO ini meminta kepada Bupati Konawe Utara untuk segera Menghentikan Aktivitas CV IKS Bukit Naga Emas yang berada di Desa Otole Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara.

“Sebab aktivitas perusahaan tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat dan kami menilai dari Aspek analisis dampak lingkungan ini sangat melanggar. Sehingga saya meminta kepada Bupati Konut untuk segera menghentikan aktivitas CV IKS Bukit Naga Emas, “pungkas Oschar

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda