Akibat Wabah Corona, Menkumham Bebaskan 30 Ribu Napi

83
Ilustrasi.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Pemerintah pusat melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly belim lama ini mengeluarkan keputusan tentang pengeluaran dan pembebasan Narapidana (Napi) dan Anak melalui asimilasi dan integrasi.

Dimana jumlah Napi yang dibebaskan mencapai sekitar 30 ribu orang.

Hal itu merupakan upaya penyelamatan Napi dan anak dari penyebaran virus corona (covid-19) yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti, Selasa (31/3/2020).

“Keputusan Menteri ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan 30 Maret 2020, ada 30 ribuan, “terangnya

Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tertulis bahwa pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi harus dilakukan dengan berbagai ketentuan, diantara Napi yang 2 sampai 3 tahun masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

Kemudian itu juga berlaku pada anak yang 1 sampai 2 tahun masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, dan Napi dan anak yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsidair dan bukan warga negara asing.

Selanjutnya, usulan tersebut dilakukan melalui sistem database pemasyarakatan dan surat keputusan integrasi diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kepmen itu menerangkan bahwa pembimbingan dan pengawasan asimilasi dan integrasi dilaksanakan oleh Balai Pemasyarakatan. Lebih lanjut, laporan mengenai pembimbingan dan pengawasan ini dilakukan secara daring.

Setelah itu Kepala Lapas, Kepala LPKA, Kepala Rutan dan Kepala Bapas menyampaikan laporan pelaksanaan pengeluaran dan pembebasan Narapidana dan Anak kepada Dirjen Pemasyarakatan melalui Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham.

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda