Akibat Tindakan Asusila, Warga Laporkan Kades Lerepako ke DPMD Konsel

33
Masyarakat Desa Lerepako saat mengadukan kepala desanya di DPMD Konsel (FOTO : Agus/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Sejumlah masyarakat Desa Lerepako mendatangi kantor Inspektorat Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konsel, terkait tindakan perselingkuhan (asusila) yang telah dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Lerepako, Nasarudin.

Diketahui, Kades Larepoko ditengarai telah lama menjalin hubungan perselingkuhan atau perzinaan dengan istri orang lain, hingga menyebabkan perceraian.

Sekretaris BPD Lerepako yang mewakili aspirasi masyarakat, Heru Subur kepada awak media menyampaikan, bahwa masyarakat menginginkan Nasarudin untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa karena dinilai telah mencoreng nama baik Desa Lerepako serta berdampak pada kehidupan sosial ditengah masyarakat.

Selain itu, mengingat pula bahwa perselingkuhan merupakan perbuatan yang sangat tercela dan tidak dibenarkan oleh agama.

“Apalagi keduanya ini sudah memiliki pasangan masing-masing dan dari akibat perselingkuhan ini menyebabkan kehancuran rumah tangga orang lain,” ungkapnya, Rabu (17/06/2020).

Jika hal ini terus dibiarkan, kata Heru, maka dikhawatirkan bisa merusak generasi penerusnya. Terlebih lagi yang melakukan perselingkuhan ini adalah seorang Kepala Desa yang notabene dijadikan sebagai panutan dan contoh bagi masyarakatnya.

“Dan tadi saat ditanyakan pihak Inspektorat terkait bukti apa yang dapat dipertanggungjawabkan, maka saya jawab dengan adanya adat Mosehe, maka itu merupakan bukti yang kuat jika keduanya telah berselingkuh. Dan semua warga sudah mengetahuinya sejak lama, bahkan suami dari perempuan tersebut telah memperingatkannya,” katanya.

“Saat ini kita fokuskan tindak asusilanya, tidak melebar dulu ke hal mekanisme pemerintahan yang tidak jalan dengan baik, seperti APBDes yang salah pembuatannya, tanpa musyarawah saat lakukan perubahan dan lainnya,” lanjut Heru.

Hal yang sama diungkapkan oleh Tokoh Masyarakat Desa Lerepako, Abd. Kadir, S.Sos. Ia meminta kepada pihak DPMD untuk menonaktifkan terlebih dahulu Nasarudin dari jabatannya sebagai Kepala Desa. Dan masyarakat pun telah berupaya untuk menempuh jalur sesuai prosedur yang berlaku yakni mengadu terlebih dahulu ke Inspektorat dan DPMD.

“Jika tuntutan kami tidak membuahkan hasil maka kami akan lanjutkan hearing di DPRD. Hal ini sangat mencoreng nama baik Pemerintahan Desa dan menjadi beban moral di tengah masyarakat. Karena pemerintahan yang berwibawa itu bukan hanya bebas korupsi saja tapi juga bebas dari tindakan amoral apalagi ini seorang pemimpin yang harus menjadi panutan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Konsel Mujahidin saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa menindaklanjuti aduan masyarakat Desa Lerepako tersebut maka pihaknya perlu memintai keterangan terlebih dahulu kepada para pihak agar dapat mengambil tindakan yang tepat.

“Persoalan ini masih dalam proses, saat ini kami telah meminta keterangan dari pihak masyarakat dan BPD, nanti kami akan meminta juga keterangan dari yang bersangkutan (Kepala Desa, red). Kalau sudah ada keterangan lengkap semua pihak maka nanti dapat diambil kesimpulan terhadap masalah ini,” tutur Mujahidin.

Di tempat terpisah, Kabid Pemdes DPMD Konsel, Asmurdani memberikan penjelasan bahwa pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari semua aduan tersebut dan juga melihat aturan atau regulasi yang ada untuk mengambil keputusan terhadap permasalahan tersebut.

“Kami harus telaah dulu karena masalah ini harus ada kehati-hatian dalam mengambil keputusan dan juga harus mengacu pada peraturan yang ada. Jadi berikan kami waktu sekitar seminggu untuk mempelajari aduan ini,” tutup Asmurdani.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda