Ada Hutang Dibalik HUT Konawe, Pejabat Senda Gurau Aparat Desa Galau

3816
Puncak acara HUT Konawe ke-60.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe ke-60 yang digelar di Bumi Perkemahan Eksekutif Sulemandara, Kecamatan Pondidaha, sejak Sabtu 29 Februari hingga memasuki puncak acara pada, Selasa (3/3/2020), rupanya menyimpan polemik.

Euphoria dan senda gurau di HUT Konawe itu sangat dinikmati para pejabat serta masyarakat di Kabupaten berjuluk lumbung padi ini.

Namun tidak demikian dengan Aparat Desa. Bayangkan saja, hingga saat ini honer mereka selama 15 bulan tak kunjung dibayarkan.

15 bulan itu yakni satu bulan tahun 2018, tahun 2019 belum ada sama sekali dan tahun 2020 dua bulan.

Padahal sebelumnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Ferdinand telah melontarkan pernyataan bahwa honor mereka akan dibayarkan pada akhir bulan Januari 2020.

Kata dia saat itu pembayaran honorarium kades beserta perangkatnya akan dibayarkan keseluruhan.

“Utamanya honor di bulan Desember 2018 serta honor selama 12 bulan di tahun 2019, “jelasnya kepada awak media pada beberapa waktu lalu, Minggu (5/1/2020).

Bahkan terkait lambannya realisasi honor tersebut, Kelapa Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Santoso, mengatakan utang honor aparat desa akan dibayar menggunakan dana hibah dari pemerintah kabupaten ke pemerintah desa. Sehingga kata dia, harus masuk di dalam APBDes.

Kepala BPKAD Konawe, Santoso, saat diwawancara usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Konawe, Selasa (3/3/2020).

“Jadi APBDesnya desa belum selesai. Insha Allah besok kita koordinasi dengan DPMD, mana APBDes yang sudah selesai. Karena honor aparat desa merupakan hibah dari pemerintah kabupaten, harus masuk di APBDes, “kata Santoso, usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Konawe, Selasa (3/3/2020).

Dikatakannya juga, honor aparat desa yang akan dibayar itu hanya untuk dua bulan saja. Dengan runcian satu bulan sisa pada tahun 2018  dan satu bulannya lagi di 2019.

“Sementara untuk honor 2020 belum dapat dibayarkan. Kita sesuaikan kondisi keuangan kita, karena tidak bisa dibayar semua, paling dua bulan. Yang namanya hibah tidak akan hanguspasti dibayarkan, “jelas Santoso.

Dia menambahkan, bahwa utang honor itu akan dibayarkan menggunakan dari dana hibah pemerintah daerah.

Sebab kata Santoso, dalam satu tahun anggaran, honor aparat desa mencapai Rp57 miliar.

“Sehingga utang pada tahun 2019 tersebut tidak dapat dibayarkan satu kali. Pembayarannya akan diansur mengingat kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan untuk itu, “ucapnya

Ia pun memastikan bahwa kondisi keuangan Konawe hingga hari ini masih stabil. Sehinga ia optimis bahwa utang honor aparat tanun 2019 itu akan segera dilunasi tahun ini.

“Namanya APBD, APBD itu perencanaan. Tetapi realisasi penerimaan itu nanti, apakah transfer Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum DAU itu stabil dan penerimaan lain-lain itu stabil, “bebernya Santoso.

“Kalau dia stabil bisa kita bayar semua. Karena sudah ada dalam APBD bahwa utang terhadap pemerintah desa itu sekian. Tergantung kondisi saja, kalau kondisi itu tercapai sesuai target penerimaan Insha Allah akan selesai semua, “pungkasnya

Penulis : Uya/Fadel

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda