5 Lembaga di Sultra Tagih Janji Gubernur, Kantor Tambang Harus Ada di Daerah

298
Lima perwakilan lembaga di Sultra, yang menyuarakan soal janji Ali Mazi.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, salah satunya sektor pertambangan.

Maka tak heran jika di daerah Bumi anoa ini ketika banyak investor yang kemudian hadir untuk berinvestasi di provinsi ini.

Terkait hal itu, Lima pimpinan lembaga di sultra angkat pun angkat bicara.

Mereka diantaranya Forsemesta Sultra, Ampuh Sultra, Gama Haluoleo, GMKN Konsel dan Jamindo.

Koordinator Forsemesta, Muh. Apriadin mengatakan, akan lebih baik ketika semua perusahaan yang melakukan investasi jangka panjang di Sultra kemudian membangun kantor pusatnya di Sultra juga.

“Kami yakini bahwa hal ini akan membantu pertumbuhan ekonomi di bumi anoa ini, “ucapnya, Senin (2/3/2020).

Dijelaskannya juga, pada bulan November tahun 2018 lalu, Gubernur Sultra, Ali Mazi, juga pernah menyampaikan bahwa akan membuat Pergub terkait keharusan para perusahaan tambang untuk membangun kantor pusat di daerah.

“Tetapi sampai hari ini justru hanya semacam angin lalu saja, “jelas Apriadin

Sementara itu, Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo menjelaskan, terkait peryataan Ali Mazi itu sebelumnya sangat didukung oleh teman-teman lembaga di Sultra.

Namun karena janji itu belum terpenuhi, maka dia teman-teman lembaga di Sultra mencoba untuk mengingatkan kembali agar segera direalisasi.

“Padahal kami sangat mendukung rencana beliau, maka dari itu kami dari Lima Pimpinan Lembaga sepakat untuk kembali menagih Pergub yang pernah di janjikan oleh Pak Ali Mazi. Mungkin beliau lupa soal janjinya itu, jadi kami coba ingatkan. Apa lagi sepengetahuan kami kan Pak Ali Mazi ini agak pelupa, “ucap Don sapaan Hendri Nilopo.

Ditempat yang sama, Kordinator Pusat Garda Muda Haluoleo (Gama Haluoleo), Ahmad Zainul mengatakan bahwa, dirinya sangat kecewa terhadap perusahaan Pertambangan yang tidak menempatkan kantor pusatnya atau perwakilan di Sultra.

Baginya SDA melimpah yang telah di berikan Tuhan kepada masayarakat sultra harus berdampak pesat pada kemajuan serta perbaikan ekonomi daerah.

Bayangkan saja kata Zainul, kurang lebih 300 IUP yang jika seluruhnya berkantor di daerah makan akan sangat mungkin menyerap tenaga kerja serta meningkatkan geliat ekonomi dalam berbagai sektor.

“Adalah hal yang belum terlambat untuk mengeluarkan kebijakan Pergub terkait persoalan ini. Apalagi khususnya kami di Konsel melihat dari keadaan daerah serta ibu kota yang begitu begitu saja. Bayangkan IUP yang ada membangun kantornya di Ibukota Konsel Andoolo pasti akan mempercepat pembangunan Daerah jadi ada sinergisitas begitu antara pemerintah daerah dan swasta untuk memperkuat sendi sendi kehidupan masyarakat Konsel, “bebernya

Kemudian peryataan serupa juga dilontarkan Ketua Umum Jaringan Advokasi Masyarakat Indonesia JAMINDO Muh. Gilang Anugerah.

“Butuh kesadaran lebih untuk hal ini dan di perlukan terobosan serta keberanian Gubernur Sultra orang tua kami bapak Ali Mazi, untuk bertindak tegas terhadap perusahaan perusahaan yang ada agar sesegera mungkin membangun dan menyediakan kantornya di wilayah Sulawesi Tenggara, “tegas Gilang.

Di akhir Rapat kelima lembaga ini, mereka pun berkomitmen untu  mengawal serta mempresure persoalan ini sampai terwujud bahkan sampai ke pusat. Hal itu dilakuian untuk masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih baik serta cita-cita keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia tercapai.

Penulis : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda