49 WNA Morosi dan 14 Warga Unaaha Berstatus ODP Dinyatakan Negatif Covid-19

87
Pemeriksaan 49 TKA di Morosi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe pada beberapa waktu lalu (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Sebanyak 49 warga negara asing (WNA) di Morosi dan 14 warga Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe dinyatakan negatif (sehat). Setelah dilalukan pemeriksaan oleh tim medis Posko Percepatan Penanggulangan Covid-19 Konawe, menggunakan Rapid Tes selama tanggal 29 hingga 30 Maret 2020.

Juru Bicara Covid-19 Konawe, dr. Dya Nilasari mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis 14 warga Kecamatan Unaaha (8 orang warga Tumpas, 6 orang warga Ambekairi) yang tadinya ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Corona, kini dinyatakan sehat dan tidak terpapar Covid-19.

“Dari Empat belas orang warga Kecamatan Unaaha ini sudah selesai masa pemantauan, status ODP dicabut,” ungkapnya, Selasa (31/03/2020).

Selain itu, untuk pelayan Indomaret di Kelurahan Ambekairi dari delapan orang, dua diantaranya masih tetap berstatus ODP. Sedangkan enam lainnya lepas pantau. Begitu juga delapan Warga Tumpas (Toko Warni) sudah lepas pantau.

“Namun walaupun sudah dinyatakan lepas pantau, kami masih akan tetap melakukan pemeriksaan satu kali lagi kepada mereka yang sudah lepas pantau. Untuk memastikan mereka betul-betul sehat atau bebas Covid-19 ini,” kata Dya.

Perlu diketahui, sebelumnya Tim Tanggap Darurat Covid-19 Kabupaten Konawe telah menetapkan 70 orang berstatus ODP, tiga PDP dan dua Positif Covid-19.

Dimana, dari 70 warga tersebut yakni 49 WNA di Morosi, 19 Warga Kecamatan Unaaha (8 warga Ambekairi dan 11 warga Tumpas), satu warga Kecamatan Lambuya (Desa Tanggobu) dan satu Kecamatan Wawotobi ( Desa Kasumewoho).

Sementara satu PDP merupakan warga Kecamatan Routa dan saat ini menjalani perawatan medis di RS Kota Kendari. Sedangkan dua orang PDP yang positif Covid-19 merupakan warga Kelurahan Tumpas dan saat ini menjalani isolasi di RS Bahteramas Kendari, kondisi pasien dilaporkan berangsur membaik.

Selain 63 orang dicabut status ODP, tiga warga Tumpas yang tadinya berstatus ODP kini turun status menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG). Ketiganya merupakan anak dari PDP Positif. Saat ini berdomisili di Kota Kendari.

Dengan dicabutnya sratus ODP 14 warga Kelurahan Tumpas (Toko Warni 8 orang) dan Ambekairi (Indomaret 6 orang) serta 49 WNA di Mega Industri Morosi, maka jumlah Orang Dalam Pemantauan berkurang dari 70 menjadi empat orang.

Tulisan: Sri Wulandari

Apa Komentar dan Pendapat Anda