30 Pekerja Tambang Jalani Pemeriksaan Suhu Tubuh

99
dr. Mbayo bersama petugas Puskesmas dan pihak Kelurahan serta didampingi pihak perusahaan saat lakukan tes suhu pekerja tambang (FOTO: Agus/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Sebanyak 30 orang pekerja tambang yang akan bekerja di PT. Ifishdecho, Kelurahan Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sultra, menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Pasalnya, para pekerja tambang tersebut sebelumnya telah bekerja di daerah tambang Morombo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan sempat transit di Kota Kendari selama 2 hari.

Guna mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), pihak pemerintah dalam hal ini Kelurahan Ngapaaha bersama pihak kesehatan yang terdiri dari Puskesmas Tinanggea dan dokter perusahaan tambang, melakukan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh para pekerja serta melakukan pendataan identitas diri masing-masing.

Saat ditemui, dr. Mbayo Ridwan Sandi selaku dokter perusahaan yang melakukan pemeriksaan kesehatan para pekerja tersebut menjelaskan, bahwa pihaknya harus melakukan pemeriksaan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Kami selaku pihak kesehatan sebelum melakukan pemeriksaan telah berkoordinasi dengan Kelurahan Ngapaaha, Camat Tinanggea, Polsek Tinanggea dan pihak perusahaan. Karena mereka berasal dari luar daerah dan transit di daerah transmisi maka kita harus lakukan pemeriksaan dengan pengecekan suhu tubuh serta wawancara riwayat perjalanan,” katanya.

“Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan terhadap para pekerja tersebut, hasilnya B1 atau tanpa gejala sakit dan lainnya serta suhu tubuh normal, namun kami tetap memberikan himbauan kepada para pekerja untuk menjaga pola hidup sehat dan menjaga kebersihan,” lanjut Mbayo, Kamis (09/04/2020).

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tinanggea, Ilham Hilal mengatakan, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan menyatakan walaupun tidak terdapat gejala, sesuai peraturan yang ada maka harus dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari kedepan.

“Jadi selama mereka isolasi mandiri kita akan lakukan pemantauan via telpon, dan jika dalam rentang waktu 14 hari tersebut ada yang mengalami keluhan dan gejala sakit seperti batuk atau demam maka kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut apakah perlu pengobatan atau rapid tes atau rujukan,” ucapnya.

Sedngkan Humas PT. Ifishdecho, Betsar mengungkapkan, bahwa para pekerja tersebut merupakan pekerja yang berprofesi sebagai driver dan helper dump truck yang berada dibawah naungan PT. Albar Jaya Bersama (AJB).

“Jadi ini yang baru datang tadi malam jumlahnya 30 orang yang terdiri dari laki-laki 26 orang sebagai driver dan helper dump truck serta 1 orang sebagai pengawas, sedangkan yang 3 orang lagi yaitu perempuan merupakan istri dari pekerja tersebut. Mereka berada dibawah naungan PT. AJB yang akan melakukan mining ore di PT. Ifishdecho Tinanggea,” tutupnya.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda